|
Laporan kegiatan workshop pembinaan moral agama di perkantoran |
|
|
|
|
Oleh: Administrator
|
|
Tuesday, 05 January 2010 13:02 |
Agama memiliki peran penting dalam membentuk moral seseorang, lebih jauh dari itu Agama mampu membentuk etos kerja seseorang. Hal ini dikarenakan sesungguhnya perilaku seseorang terbentuk dari keyakinan yang merupakan landasan amal seseorang. Karenanya pembinaan moral pada setiap institusi, terutama perkantoran merupakan suatu keharusan demi menghasilkan produktivitas kerja yang maksimal.
Kantor yang melalaikan pembinaan moral harus siap menanggung kerugian dari bejadnya perilaku karyawannya. Meskipun sebuah perusahaan telah memiliki system yang bagus yang mengatur etos kerja karyawannya, namun tetap saja aturan Allah Swt jauh lebih baik dari aturan manusia. Pengawasan Allah Swt jauh lebih sempurna dari pengawasan manusia.
Berangkat dari kesadaran hal tersebut di atas maka FORSIMPTA bekerjasama dengan Kordinasi Dakwah Islam (KODI) Jakarta merasa berkewajiban menggelar acara:
“Workshop Pembinaan Moral Agama di Perkantoran”
Dengan tema : “Optimalisasi Pelaksanaan Ibadah Jum’at di Perkantoran”
Kegiatan ini digelar selama 3 hari 2 malam di Cisarua, tepatnya di Wisma Putragus yang melibatkan tidak kurang dari 50 peserta yang berasal dari para pengurus masjid / Rohis perkantoran Jakarta dan juga para Asatidzah.
Sedangkan output dari acara ini adalah direkomendasikannya Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan ibadah Jum’at yang ideal di perkantoran untuk dilakukan oleh para pengurus masjid/ Rohis perkantoran dan juga pihak-pihak yang terkait.
Keutamaan ibadah Jum’at Ibadah sholat Jum’at di perkantoran harus dijadikan sebagai sarana dakwah yang efektif dan optimal untuk pembinaan moral agama bagi masyarakat muslim perkantoran, hal ini disebabkan karena ibadah Jum’at sangat strategis sekali untuk dihadiri oleh banyak elemen perkantoran, mulai dari Direksi, manager, karyawan sampai cleaning service. Selain itu ibadah Jum’at di perkantoran memiliki keunggulan-keunggulan lainnya, yaitu: 1. Sarana dakwah yang paling banyak dihadiri jama’ah 2. Jama’ah hadir tanpa undangan secara khusus 3. Jama’ah datang dengan semangat yang sama, yaitu mendekatkan diri kepada Allah Swt 4. Jama’ah berada pada kondisi yang suci hati dan bersih diri 5. Jama’ah yang hadir mayoritas adalah jama’ah tetap. 6. Jama’ah yang hadir rata-rata memiliki intelektual menengah keatas 7. Didukung dengan sarana dan fasilitas yang memadai.
Oleh sebab itu, workshop tersebut merekomendasikan acuan pelaksanaan ibadah Jum’at yang ideal. Berikut ini kami sajikan laporan rekomendasi tersebut. Silahkan klik disini....
Semoga bermanfaat dan mohon maaf atas kekurangan.
By : SaiBah |