Call Center

Mitra Kami






Kepuasan jiwa... PDF Print E-mail
Oleh: Administrator   
Monday, 17 May 2010 09:26
Sahabat seiman, semoga Allah Swt merahmatimu...
Senin kembali menyapa, begitu cepatkah waktu berjalan..? ataukah begitu lengahkah kita memperhatikannya..? orang yang memahami hakikatnya tentu akan merasa betapa sedikit jatahnya, semakin ia merasa sedikit semakin ia akan menghargainya, hati-hati..! banyak orang yang menyesal karena terlewatkan sia-sia, dan banyak orang yang tergores luka karena meremehkan ketajamannya..

Sahabat seiman.., hari mulai cerah, mari kita lanjutkan perjalanan mengarungi rimba belantara dunia.., berdiam diri hanya akan menghabiskan usia, dan mengurangi tenaga. Tataplah kepala yang disinari uban pertanda tua, kulit mengerut, pandangan kabur, bukankah seharusnya semakin lama usia menjadikan kita lebih mengenalnya perjalanan..?,Sahabat.,  siapkan senjata iman berguna tuk menebas semak berduri agar tidak melukai kita, singkirkan batang pohon yang menghalang, atau akar yang menghambat agar terbuka jalan lebar, mempercepat laju langkah kita..

Sahabat.., tanyalah diri.. kenapa anda masih terdiam...? mengapa belum banyak kayu bakar terikat..? mengapa belum cukup terisi kantong..? lukakah kakimu..?  terjeratkah tubuhmu?

Atau terjebak lubang lumpurkah tapakmu..? sahabat.. tengoklah , hari semakin gelap.., dingin dan gelapnya malam akan segera tiba, ancaman binatang buas semakin mendekat.., percepatlah gerak tuk mengantisipasinya..

Sahabat seiman, sadarilah terdiamnya diri hanya akan menantikan kebinasaan.., jika jasad ini tak pernah merasa cukup, mulut ini tak pernah penuh terisi, nafsu binatang ini tak pernah puas setiapkali menyantap hidangan. Mengapa hati dan jiwa begitu cepat terpuaskan dengan sedikit sentuhan ilahi..,? kemudian terdiam lupa semasa waktu yang lama dan bisa jadi baru tersadarkan ketika tak ada lagi yang tersisa..? sahabat.., jika banyak kesempatan dunia terlewatkan menghadirkan penyesalan, mengapa banyak peluang akhirat luput tak menyesalkan hati.. sedang sakitkah hati ini, mengapa tak merindukan obat..? terkuncikah ia..? mengapa tak memerlukan pembuka? Atau hampir matikah ia, atau bahkan sudah mati..? (na’udzu billah)

Sahabat seiman, jika badan terpuaskan dengan makanan, maka hati pun seharusnya demikian, lihatlah di hadapan.., jalan terbentang.. terbuka lebar terpampang, semua bisa kita jadikan sebagai peluang dan harapan.. rasakan kehausan jiwa setiapkali mendapatkan santapannya.. ingatlah Sahabat,  pesan dari Sang Pencipta: jangan pernah terpuaskan dengan peluang yang sudah di dapat, jika telah kau dapatkan sesuatu bersiaplah untuk peluang berikutnya..! (SaiBah)

(disarikan dari Q.S Alam Nasyroh: 7-8)